IDNAGA99 - Pertarungan hukum antara operator perjudian suku dan perusahaan pasar prediksi semakin memanas di California.
Asosiasi Perjudian India (IGA) secara aktif mendukung suku-suku dalam pertarungan ini, menekankan ancaman terhadap kedaulatan suku yang ditimbulkan oleh pasar prediksi. Tiga suku di California baru-baru ini mengajukan gugatan federal terhadap perusahaan pasar prediksi Kalshi dan Robinhood, menuduh mereka menawarkan taruhan olahraga ilegal di wilayah suku.
IGA menyelenggarakan webinar berjudul “The New Normal: Prediction Markets in Real Time – What Tribes Need to Know Now”, dengan Victor Rocha, Ketua Konferensi Pameran Dagang IGA, menyoroti lanskap yang terus berkembang dengan cepat. Brian Quintenz, Anggota Dewan Direksi Kalshi, juga hadir dalam sidang konfirmasi Senat untuk memimpin Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC), menyoroti pentingnya perkembangan regulasi ini.
Kembalinya Polymarket ke pasar AS juga menarik perhatian, menimbulkan pertanyaan tentang yurisdiksi dan penegakan hukum.
Jason Giles, Direktur Eksekutif IGA, dan Chris Gerlacher, Analis Politik di Prediction News, bergabung dengan Rocha dalam webinar tersebut, dengan Rocha menekankan pentingnya bagi suku-suku untuk memahami situasi saat ini dan implikasinya bagi kedaulatan suku.
Giles mengkritik kurangnya debat kebijakan publik mengenai pasar prediksi, seperti taruhan tentang apakah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy akan mengenakan jas. Ia mengingat bagaimana perjudian suku menghadapi pengawasan yang lebih ketat saat pertama kali dimulai, sementara isu-isu saat ini mendapat perhatian yang lebih sedikit dari negara-negara seperti Utah dan Texas.
Gerlacher menyoroti aspek tidak biasa dari gugatan di California, di mana Kalshi menjadi tergugat, dan memprediksi “pertarungan sengit” seputar pembatasan geofencing. Ia juga menyarankan bahwa lobi Kongres dan menargetkan CFTC dapat menjadi strategi potensial jika tindakan hukum terhadap Kalshi dan Robinhood gagal.